Syaikh Ahmad Al Badawi

Gambar
Berikut adalah ringkasan kisah kehidupan dan keramat Syeikh Ahmad al-Badawi r.a., sosok Waliullah yang bergelar Qutb al-Ghauts:       SYEIKH AHMAD AL-BADAWI R.A.   Waliullah Qutb al-Ghauts   Riwayat Hidup dan Karakter Beliau hidup pada tahun 596 H – 675 H dan wafat di Mesir. Makamnya di kota Tonto senantiasa ramai dikunjungi para peziarah. Sejak usia dini, beliau telah hafal Al-Qur’an dan berguru kepada dua tokoh besar, yaitu Syeikh Abdul Qadir al-Jailani dan Syeikh Ahmad Rifai.   Karakter beliau sangat luar biasa:   - Selalu menatap matahari hingga kornea matanya tampak merah membara, sehingga saat berjalan ia sering menunduk atau menatap langit. - Gemar berkhalwat dan beribadah, pernah berpuasa total lebih dari 40 hari. - Lebih suka diam dan berkomunikasi dengan isyarat, namun lidahnya tak henti-henti berdzikir dan bershalawat. - Pernah bertahun-tahun berdiam diri di loteng dan atap masjid di Thondata untuk beribadah siang dan malam. ...

LATHIFAH 7(TUJUH) DALAM AJARAN THORIQOH QODIRIYYAH WA NAQSYABANDIYYAH

 Lathifah didalam ilmu thoriqoh, adalah komponen dalam tubuh rohani manusia.
 Sebagaimana yang dikatakan Syaikh Ahmad Khotib Syambas dalam kitab Fathul 'Arifin, bahwa manusia tersusun dari 10 lathifah, Lima berada di 'alamul amri, dan lima lagi berada di 'alamul Kholqi.
 Syaikh Ahmad Khotib Syambas,selaku penggabung sekaligus pendiri Thoriqoh Qodiriyyah wa Naqsyabandiyah, dalam kitab Fathul 'Arifin menguraikan lathifah yang sepuluh itu, dan kemudian disederhanakan menjadi tujuh lathifah. Saya akan menguraikan lathifah ini sebagai berikut.
  Lathifah manusia ada 10(sepuluh), Lima berada di 'alamul amri dan lima lagi berada di 'alamul Kholqi.
 - LATHIFAH LIMA DI 'ALAMUL AMRI 
 1. Lathifatul Qolbi 
Yaitu halusnya hati.
 berada kira-kira dua jari dibawah susu kiri,cenderung ke arah kiri.
 Warnanya kuning,qodam wilayah sayyidina Adam AS.
 Asalnya air,api,angin dan tanah.
2. Lathifatur ruh 
Yaitu halusnya ruh.
 Berada kira-kira dua jari dibawah susu kanan, cenderung ke arah kanan.
 Warnanya merah, qodam wilayah sayyidina Ibrohim AS dan sayyidina Nuh AS.
 Asalnya api.
3. Lathifatus Sirr 
 Yaitu halusnya rahasia.
 Berada kira-kira dua jari diatas atau berbetulan susu kiri, cenderung ke arah dada.
 Warnanya putih, qodam wilayah sayyidina Musa AS.
 Asalnya air.
4. Lathifatul khofi 
 Yaitu halusnya yang tersembunyi.
 Berada kira-kira dua jari diatas atau berbetulan susu kanan, cenderung ke arah dada.
 Warnanya hijau, qodam wilayah sayyidina Isa AS.
 Asalnya angin.
5. Lathifatul Akhfa 
 Yaitu halusnya yang lebih tersembunyi.
 Berada Di tengah-tengah dada.
 Warnanya hitam, qodam wilayah sayyidina Muhammad SAW.
 Asalnya tanah.
- LATHIFAH LIMA DI 'ALAMUL KHOLQI 
1. Lathifatun Nafsi 
 Yaitu halusnya otak 
 Berada di dahi dan kepala antara dua alis.
2. Lathifatul Qolab.
 Yaitu lathifah 4(empat)yang terakhir, yaitu empat Anasir api,air,angin, dan tanah. Asal-usul kejadian jasad manusia, sehingga lathifah empat Anasir ini, sederhanakan atau disebut lathifatul kulli jasad, atau lathifatul Qolab, yang dimana Lathifatul Qolab ini berada di seluruh jasad manusia, dari ujung kaki sampai ujung rambut. Sebagaimana dalam gambar letak lathifah menurut kitab Fathul Arifin 
  Demikianlah sekilas uraian saya, tentang lathifah didalam ilmu thoriqoh,yang saya kutip dari kitab Fathul 'Arifin, karangan Syaikh Ahmad Khotib Syambas, selaku penggabung sekaligus pendiri Thoriqoh Qodiriyyah wa Naqsyabandiyyah.
  Penyebaran Thoriqoh Qodiriyyah wa Naqsyabandiyyah ini, disebarkan oleh murid-muridnya hingga ke Nusantara ini, melalui murid-muridnya, diantaranya Syaikh Muhammad Garut/Muhammad Jabal Qubais, sebagai murid terdekat Syaikh Ahmad Khotib Syambas, yang dakwah di hari tuanya di jabal qubais Mekkah, hingga wafat dan dimakamkan di Jabal Qubais Mekkah.
Kemursyidan Syaikh Muhammad Garut diteruskan oleh salah seorang muridnya yaitu Syaikh Hasan Bisri bin Thohir Garut, dari beliaulah thoriqoh jalur Syaikh Muhammad Garut ini disebarkan di Jawa Barat terutama daerah garut dan sekitarnya.
Diantara murid-murid Syaikh Hasan Bisri bin Thohir Garut, salah satunya yaitu Syaikh Abbas bin Afandi Al Ilyasa Garut, yang juga anak angkatnya yang diasuh dari kecil, dan juga mewarisi kemursyidan Syaikh Hasan Bisri bin Thohir Garut. Dari Syaikh Abbas bin Afandi Al Ilyasa Garut, kemursyidan diteruskan oleh salah seorang muridnya yaitu Kiyai Muhammad Hidayat Sumedang dan dari beliau kemursyidan diteruskan oleh salah seorang muridnya yaitu Kiyai Muhammad Nur Al-Achadiyyatillah Asy-Syumathroni yang bermukim di Sungai Bengkal Jambi, dan dari beliau thoriqoh Qodiriyyah wa Naqsyabandiyyah jalur Syaikh Muhammad Garut Jabal Qubais ini disebarkan di Sumatera.

Referensi sumber:
- Kitab Fathul 'Arifin 
- kiyai Muhammad Nur Al-Achadiyyatillah Asy-Syumathroni 




Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

THORIQOH QODIRIYYAH WA NAQSYABANDIYYAH JABAL QUBAIS

Syaikh Abbas bin Afandi Al Ilyasa Garut