Syaikh Ahmad Al Badawi
Berikut adalah ringkasan kisah kehidupan dan keramat Syeikh Ahmad al-Badawi r.a., sosok Waliullah yang bergelar Qutb al-Ghauts:
SYEIKH AHMAD AL-BADAWI R.A.
Waliullah Qutb al-Ghauts
Riwayat Hidup dan Karakter
Beliau hidup pada tahun 596 H – 675 H dan wafat di Mesir. Makamnya di kota Tonto senantiasa ramai dikunjungi para peziarah. Sejak usia dini, beliau telah hafal Al-Qur’an dan berguru kepada dua tokoh besar, yaitu Syeikh Abdul Qadir al-Jailani dan Syeikh Ahmad Rifai.
Karakter beliau sangat luar biasa:
- Selalu menatap matahari hingga kornea matanya tampak merah membara, sehingga saat berjalan ia sering menunduk atau menatap langit.
- Gemar berkhalwat dan beribadah, pernah berpuasa total lebih dari 40 hari.
- Lebih suka diam dan berkomunikasi dengan isyarat, namun lidahnya tak henti-henti berdzikir dan bershalawat.
- Pernah bertahun-tahun berdiam diri di loteng dan atap masjid di Thondata untuk beribadah siang dan malam.
Ketika gurunya, Syeikh Abdul Qadir al-Jailani, menawarkan "kunci Masriq atau Maghrib" (kekuasaan/kemuliaan timur dan barat), beliau dengan rendah hati menjawab: "Aku tidak mengambil kunci kecuali dari Al-Fattah (Allah SWT)."
Kisah Keramat dan Mukjizat
1. Menyelamatkan Tawanan
Seorang janda memohon agar anaknya yang ditahan di Perancis bisa pulang. Beliau berkata, "Insya Allah anak ibu sudah ada di rumah." Benar saja, anak tersebut tiba-tiba sudah berada di rumah meski tangannya masih terbelenggu. Beliau sering menolong orang yang dizalimi penguasa dengan cara demikian.
2. Hukuman bagi yang Mengumpat
Syeikh Ibnul Labban pernah mencela beliau, seketika itu juga hafalan Al-Qur’an dan imannya hilang. Meskipun saat itu Syeikh al-Badawi sudah wafat, para ulama tak berani menolongnya. Ia akhirnya diarahkan menemui Syeikh Yaqut al-‘Arsyiy.
Syeikh Yaqut pergi ke makam dan memohon ampun. Dari dalam kubur terdengar suara: "Aku maafkan dengan syarat ia bertaubat." Setelah bertaubat, ilmu dan imannya kembali utuh.
3. Jawaban Tegas tentang Maulid
Ada orang yang mengingkari acara maulid beliau karena alasan laki-laki dan perempuan bercampur. Orang itu pun hilang imannya. Setelah memohon maaf di makam, imannya kembali.
Beliau berpesan:
"Di sekitar Ka'bah saat thawaf juga bercampur, kenapa tidak dilarang? Demi mulianya Tuhanku, orang yang datang ke maulidku pasti akan bertaubat jika berbuat dosa. Bahkan hewan buas dan ikan di laut bisa aku lindungi agar aman, tentu Allah memberi kekuatan padaku untuk menjaga keselamatan orang-orang yang berkunjung ke sini."
4. Menegur Ulama yang Meragukan
Syeikh Ibnu Daqiqil bertanya, "Mengapa engkau tidak sholat?". Beliau menjawab, "Diam! Atau aku hamburkan tepungmu (daqiq)!" Lalu beliau menendangnya hingga terpental ke sebuah pulau yang jauh.
Nabi Khidir a.s. menasihatinya untuk meminta maaf. Saat sholat Ashar, ternyata imamnya adalah Syeikh al-Badawi dan makmumnya adalah para Wali. Setelah meminta maaf, ia seketika kembali ke rumahnya.
5. Perlindungan bagi Penghormat dan Azab bagi Penentang
Walaupun sudah wafat ratusan tahun, suara beliau masih sering terdengar memberi ijin atau petunjuk kepada orang yang berziarah.
Ketika ada pihak istana dan ulama yang ingin membatalkan acara maulidnya, Syeikh Yahya al-Munawiy menolak dan berkata: "Sayyid Badawi adalah wali agung, berhati-hatilah dengan bahayanya." Tidak lama kemudian, orang-orang yang ingin melarang itu tertimpa musibah; ada yang dipecat, dipenjara, disiksa, dan diasingkan.
6. Mengajak Sang Pecinta
Al-Imam as-Sya’roni pernah berhalangan hadir karena sakit. Dalam mimpi/roya, beliau datang membawa pelepah kurma diikuti ribuan orang (wali, orang sakit, bahkan tawanan).
Beliau bersabda: "Sakit tidak menghalangi orang cinta." Kemudian beliau mengirimkan dua harimau dan seekor gajah sebagai pengawal agar Imam Sya’roni berangkat menghadiri acara tersebut.
Warisan Utama
Banyak sekali keramat beliau yang tidak dapat ditulis seluruhnya karena sangat banyak. Namun, warisan terbesar yang ditinggalkan beliau hingga hari ini adalah amalan Shalawat Badawiyah Sughro dan Shalawat Badawiyah Kubro.
Semoga kita semua mendapatkan berkah dan syafaat dari beliau. Aamiin.
Komentar
Posting Komentar