Mengenal Sosok Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari: Pendiri Nahdlatul Ulama dan Pejuang Jihad

Gambar
Tanggal 14 Februari bukan hanya hari kasih sayang di dunia, tetapi juga hari kelahiran seorang tokoh besar dalam sejarah Islam Indonesia, yaitu Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari . Lahir pada 14 Februari 1871 M di Kabupaten Jombang, beliau dikenal sebagai muassis atau pendiri Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia. Dalam tulisan ini, saya akan mengajak Anda untuk mengenal lebih dalam tentang perjalanan hidup, kontribusi, dan warisan spiritual yang beliau tinggalkan, terutama bagi mereka yang tertarik dengan tasawuf dan sejarah tarekat. Latar Belakang dan Kelahiran KH M Hasyim Asy'ari KH M Hasyim Asy'ari lahir pada hari Selasa Kliwon, 24 Dzulqa’dah 1287 H, di sebuah keluarga yang sangat religius di Jombang, Jawa Timur. Lingkungan pesantren yang kental dengan tradisi keilmuan Islam menjadi tempat beliau menimba ilmu sejak kecil. Pendidikan agama yang beliau terima tidak hanya membentuk kepribadian spiritual, tetapi juga menyiapkan beliau menja...

LATHIFAH 7(TUJUH) DALAM AJARAN THORIQOH QODIRIYYAH WA NAQSYABANDIYYAH

 Lathifah didalam ilmu thoriqoh, adalah komponen dalam tubuh rohani manusia.
 Sebagaimana yang dikatakan Syaikh Ahmad Khotib Syambas dalam kitab Fathul 'Arifin, bahwa manusia tersusun dari 10 lathifah, Lima berada di 'alamul amri, dan lima lagi berada di 'alamul Kholqi.
 Syaikh Ahmad Khotib Syambas,selaku penggabung sekaligus pendiri Thoriqoh Qodiriyyah wa Naqsyabandiyah, dalam kitab Fathul 'Arifin menguraikan lathifah yang sepuluh itu, dan kemudian disederhanakan menjadi tujuh lathifah. Saya akan menguraikan lathifah ini sebagai berikut.
  Lathifah manusia ada 10(sepuluh), Lima berada di 'alamul amri dan lima lagi berada di 'alamul Kholqi.
 - LATHIFAH LIMA DI 'ALAMUL AMRI 
 1. Lathifatul Qolbi 
Yaitu halusnya hati.
 berada kira-kira dua jari dibawah susu kiri,cenderung ke arah kiri.
 Warnanya kuning,qodam wilayah sayyidina Adam AS.
 Asalnya air,api,angin dan tanah.
2. Lathifatur ruh 
Yaitu halusnya ruh.
 Berada kira-kira dua jari dibawah susu kanan, cenderung ke arah kanan.
 Warnanya merah, qodam wilayah sayyidina Ibrohim AS dan sayyidina Nuh AS.
 Asalnya api.
3. Lathifatus Sirr 
 Yaitu halusnya rahasia.
 Berada kira-kira dua jari diatas atau berbetulan susu kiri, cenderung ke arah dada.
 Warnanya putih, qodam wilayah sayyidina Musa AS.
 Asalnya air.
4. Lathifatul khofi 
 Yaitu halusnya yang tersembunyi.
 Berada kira-kira dua jari diatas atau berbetulan susu kanan, cenderung ke arah dada.
 Warnanya hijau, qodam wilayah sayyidina Isa AS.
 Asalnya angin.
5. Lathifatul Akhfa 
 Yaitu halusnya yang lebih tersembunyi.
 Berada Di tengah-tengah dada.
 Warnanya hitam, qodam wilayah sayyidina Muhammad SAW.
 Asalnya tanah.
- LATHIFAH LIMA DI 'ALAMUL KHOLQI 
1. Lathifatun Nafsi 
 Yaitu halusnya otak 
 Berada di dahi dan kepala antara dua alis.
2. Lathifatul Qolab.
 Yaitu lathifah 4(empat)yang terakhir, yaitu empat Anasir api,air,angin, dan tanah. Asal-usul kejadian jasad manusia, sehingga lathifah empat Anasir ini, sederhanakan atau disebut lathifatul kulli jasad, atau lathifatul Qolab, yang dimana Lathifatul Qolab ini berada di seluruh jasad manusia, dari ujung kaki sampai ujung rambut. Sebagaimana dalam gambar letak lathifah menurut kitab Fathul Arifin 
  Demikianlah sekilas uraian saya, tentang lathifah didalam ilmu thoriqoh,yang saya kutip dari kitab Fathul 'Arifin, karangan Syaikh Ahmad Khotib Syambas, selaku penggabung sekaligus pendiri Thoriqoh Qodiriyyah wa Naqsyabandiyyah.
  Penyebaran Thoriqoh Qodiriyyah wa Naqsyabandiyyah ini, disebarkan oleh murid-muridnya hingga ke Nusantara ini, melalui murid-muridnya, diantaranya Syaikh Muhammad Garut/Muhammad Jabal Qubais, sebagai murid terdekat Syaikh Ahmad Khotib Syambas, yang dakwah di hari tuanya di jabal qubais Mekkah, hingga wafat dan dimakamkan di Jabal Qubais Mekkah.
Kemursyidan Syaikh Muhammad Garut diteruskan oleh salah seorang muridnya yaitu Syaikh Hasan Bisri bin Thohir Garut, dari beliaulah thoriqoh jalur Syaikh Muhammad Garut ini disebarkan di Jawa Barat terutama daerah garut dan sekitarnya.
Diantara murid-murid Syaikh Hasan Bisri bin Thohir Garut, salah satunya yaitu Syaikh Abbas bin Afandi Al Ilyasa Garut, yang juga anak angkatnya yang diasuh dari kecil, dan juga mewarisi kemursyidan Syaikh Hasan Bisri bin Thohir Garut. Dari Syaikh Abbas bin Afandi Al Ilyasa Garut, kemursyidan diteruskan oleh salah seorang muridnya yaitu Kiyai Muhammad Hidayat Sumedang dan dari beliau kemursyidan diteruskan oleh salah seorang muridnya yaitu Kiyai Muhammad Nur Al-Achadiyyatillah Asy-Syumathroni yang bermukim di Sungai Bengkal Jambi, dan dari beliau thoriqoh Qodiriyyah wa Naqsyabandiyyah jalur Syaikh Muhammad Garut Jabal Qubais ini disebarkan di Sumatera.

Referensi sumber:
- Kitab Fathul 'Arifin 
- kiyai Muhammad Nur Al-Achadiyyatillah Asy-Syumathroni 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

THORIQOH QODIRIYYAH WA NAQSYABANDIYYAH JABAL QUBAIS

Syaikh Abbas bin Afandi Al Ilyasa Garut